Skip to Content

Retrospective

UTS terakhir untuk semester ini telah selesai. Bagaimana rasanya? Pa(s)rah. Pada tulisan ini, setidaknya ada beberapa poin yang saya jadikan catatan.

Pola Belajar

Kuliah online ini sebenarnya mirip dengan konsep MOOC yang penah saya ikuti. Hanya saja, kuliah online ini sifatnya fixed-paced berbeda dengan MOOC pada umumnya yang waktunya relatif fleksibel (self-paced). Selain itu, banyak interaksi yang hilang dalam perkuliahan dan baik dari mahasiswa maupun dosen belum terbiasa dengan hal ini.

Lantas bagaimana pola belajar yang baik? Sebenarnya sama saja seperti kuliah pada umumnya. Poin pentingnya adalah persiapan sebelum kuliah dan tindak lanjutnya. Selama empat pekan di awal perkuliahan saya masih sempat mengikuti ritme dan konsisten dengan rencana perkuliahan saya. Sayangnya semua ambyar selama dua pekan terakhir menjelang ujian.

Model Ujian

Hal ini menjadi menarik karena dua hal, pertama karena saya sudah lama tidak mengikuti ujian dan kondisi perkuliahan online sehingga ujian pun dilakukan secara online. Variasi ujian cukup beragam, mulai dari yang open book, closed book, study-case maupun pilihan ganda.

Permasalah klasik yang menjadi kesalahan saya pada ujian kali ini adalah ketidaktelitian. Ada dua mata kuliah setidaknya yang saya sadari bahwa pada ujian tersebut saya salah memahami permasalahan yang disajikan.

Evaluasi Rutin

Setiap minggu malam, saya biasa melakukan evaluasi pekanan, khususnya terkait dengan perkuliahan. Satu hal yang penting diubah adalah jenis evaluasinya, bukan saja terhadap pelaksanaan rencana pekanan namun juga terhadap pemahaman saya terkait suatu topik bahasan.

What’s next

Perkuliahan akan semakin padat selama tiga bulan kedepan, final project dan materi yang padat pasti membutuhkan lebih banyak waktu dibandingkan sebelumnya. Fleksibilitas dan disiplin adalah dua faktor yang harus saya pegang teguh di sisa semester ini.